Saturday, June 14, 2008

Kisah Ghulam [My Fav]

Satu kisah yang mungkin boleh dihubungkaitkan dengan kehidupan kita di sini, insha Allah:


4. Celakalah kaum yang menggali parit (Surah al-Buruj 85:4)




Dari Shuhaib Ar-Rumi r.a., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

Ada seorang raja pada zaman sebelum kalian. Ia memiliki seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah tua, ia berkata kepada sang raja, Sesungguhnya usiaku telah tua dan ajalku telah dekat. Karena itu, utuslah kepadaku seorang anak muda agar aku ajari sihir. Maka diutuslah seorang pemuda yang kemudian ia ajari sihir. Dan jalan antara raja dengan tukang sihir itu terdapat seorang rahib. Pemuda itu mendatangi sang rahib dan mendengarkan pembicaraannya. Sang pemuda begitu kagum kepada rahib dan pembicaraannya.

Begitu ia sampai kepada tukang sihir karena terlambat serta merta ia dipukulnya seraya ditanya, Apa yang menghalangimu? Dan bila sampai di rumahnya, keluarganya memukulnya seraya bertanya, Apa yang menghalangimu (sehingga terlambat pulang)? Lalu, ia pun mengadukan halnya kepada sang rahib. Rahib berkata, Jika tukang sihir ingin memukulmu katakanlah, aku terlambat karena keluargaku. Dan jika keluargamu hendak memukulmu maka katakanlah, aku terlambat karena (belajar dengan) tukang sihir.

Suatu kali, ia menyaksikan binatang besar dan menakutkan yang menghalangi jalan manusia, sehingga mereka tidak bisa menyeberang. Maka sang pemuda berkata, Saat ini aku akan mengetahui, apakah perintah ahli sihir lebih dicintai Allah ataukah perintah rahib. Setelah itu ia mengambil batu seraya berkata, Ya Allah, jika perintah rahib lebih engkau cintai dan ridhai daripada perintah tukang sihir maka bunuhlah binatang ini, sehingga manusia bisa menyeberang. Lalu ia melemparnya, dan binatang itu pun terbunuh kemudian ia pergi. Maka ia beritahukan halnya kepada rahib. Lalu sang rahib berkata, Wahai anakku, kini engkau telah menjadi lebih utama dari diriku. Kelak, engkau akan diuji. Jika engkau diuji maka jangan tunjukkan diriku.


Selanjutnya, pemuda itu bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan segala jenis penyakit. Allah menyembuhkan mereka melalui kedua tangannya. Alkisah, ada pejabat raja yang tiba-tiba buta. Ia mendengar tentang pemuda itu. Maka ia membawa hadiah yang banyak kepadanya seraya berkata, Sembuhkanlah aku, dan engkau boleh memiliki semua ini! Pemuda itu menjawab, Aku tidak bisa menyembuhkan seseorang. Yang bisa menyembuhkan adalah Allah Azza wa Jalla. Jika Anda beriman kepada Allah dan berdoa kepadaNya, niscaya Ia akan menyembuhkanmu. Ia lalu beriman dan berdoa kepada Allah dan sembuh.

Kemudian ia datang kepada raja dan duduk di sisinya seperti sedia kala. Sang raja bertanya, Wahai fulan, siapa yang menyembuhkan penglihatanmu? Ia menjawab, Tuhanku. Raja berkata, Saya?Tidak, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, tegasnya. Raja bertanya, Apakah kamu memiliki Tuhan selain diriku? Ia menjawab, Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Demikianlah, sehingga ia terus-menerus disiksa sampai ia menunjukkan kepada sang pemuda.

Pemuda itu pun didatangkan. Sang raja berkata, Wahai anakku, sihirmu telah sampai pada tingkat kamu bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan berbagai penyakit lainnya. Sang pemuda menangkis, Aku tidak mampu menyembuhkan seorang pun. Yang menyembuhkan hanyalah Allah Azza wa Jalla. Raja berkata, Aku?Tidak!, kata pemuda. Apakah kamu punya Tuhan selain diriku? Ia menjawab, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Lalu ia pun terus disiksa sehingga ia menunjukkan kepada rahib. Maka rahib itu pun didatangkan.

Sang raja berkata, Kembalilah kepada agamamu semula! Ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua.

Kepada pejabat raja yang (dulunya) buta juga dikatakan, Kembalilah kepada agamamu semula! Ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua.

Kepada sang pemuda juga dikatakan, Kembalilah kepada agamamu semula! Ia menolak. Lalu bersama beberapa orang ia dikirim ke gunung ini dan itu. (Sebelumnya) sang raja berpetuah, Ketika kalian telah sampai pada puncak gunung maka bila ia kembali kepada agamanya (biarkanlah dia). Jika tidak, maka lemparkanlah dia!


Mereka pun berangkat. Ketika sampai di ketinggian gunung, sang pemuda berdoa, Ya Allah, jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendakMu. Tiba-tiba gunung itu mengguncang mereka, sehingga semuanya tergelincir. Lalu sang pemuda datang mencari sampai bisa bertemu raja kembali.

Raja bertanya, Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu? Ia menjawab, Allah menjagaku dari mereka. Kembali ia dikirim bersama beberapa orang dalam sebuah perahu kecil. Raja berkata, Jika kalian berada di tengah lautan (maka biarkanlah ia) jika kembali kepada agamanya semula. Jika tidak, lemparkanlah dia ke laut yang luas dan dalam. Sang pemuda berdoa, Ya Allah, jagalah aku dari mereka, sesuai dengan kehendakMu. Akhirnya mereka semua tenggelam dan sang pemuda datang lagi kepada raja.


Sang raja bertanya, Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu? Ia menjawab, Allah menjagaku dari mereka. Lalu sang pemuda berkata, Wahai raja, kamu tidak akan bisa membunuhku sehingga engkau melakukan apa yang kuperintahkan. Jika engkau melakukan apa yang aku perintahkan maka engkau akan bisa membunuhku. Jika tidak, engkau tak akan bisa membunuhku. Raja penasaran, Perintah apa? Sang pemuda menjawab, Kumpulkanlah orang-orang di satu padang yang luas, lalu saliblah aku di batang pohon. Setelah itu ambillah anak panah dari wadah panahku, lalu ucapkan, Bismillahi rabbil ghulam (dengan nama Allah, Tuhan sang pemuda).


Maka (raja memanahnya) dan anak panah itu tepat mengenai pelipisnya. Pemuda itu meletakkan tangannya di bahagian yang kena panah lalu meninggal dunia. Maka orang-orang berkata, Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda! Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda!

Lalu dikatakan kepada raja, Tahukah Anda, sesuatu yang selama ini Anda takutkan? Kini sesuatu itu telah tiba, semua orang telah beriman. Lalu ia memerintahkan membuat parit-parit di beberapa persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamnya. Dan raja pun bertitah, Siapa yang kembali kepada agama-nya semula, maka biarkanlah dia. Jika tidak, maka lemparkanlah dia ke dalamnya. Maka orang-orang pun menolaknya sehingga mereka bergantian dilemparkan ke dalamnya.



Hingga tibalah giliran seorang wanita bersama bayi yang sedang disusuinya. Sepertinya, ibu itu enggan untuk terjun ke dalam api. Tiba-tiba sang bayi berkata, Bersabarlah wahai ibuku, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran.

(HR. Ahmad dalam Al-Musnad, 6/16-18, Muslim dan An-Nasai dari hadits Hammad bin Salamah. Dan An-Nasai serta Hammad bin Zaid menambahkan, yang keduanya dari Tsabit. Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari jalan Abdurrazak dari Mamar dari Tsabit dengan sanad darinya. Ibnu Ishaq memasukkannya dalam Sirah dan disebutkan bahwa nama pemuda itu adalah Abdullah bin At-Tamir).

Thursday, June 12, 2008

Best ke berNEGARA ni?



Bukan main hebat penangan Euro 2008 kali ni. Kalau berpeluang buka Eurosport, tengok lah betapa tersusunnya pengaturan mereka dalam merencanakan sukan mereka itu. Namun, dalam kehebatan ianya berdegar-degar di seluruh buana ini (sehingga ada iklan berkualiti rendah menunjukkan semua orang bersetuju mewarnakan rambut kepada biru), terselit suatu agenda yang best.

Agenda yang menyebabkan semua orang begitu bersemangat. Begitu sedih. Begitu gembira. Begitu kecewa. Dan begitu marah. Lihatlah penyokong-penyokong England ketika mana England kalah di tangan Greece pada penggal yang lalu. Apa orang panggil mereka? Fanatik? Taasub?

Seluruh bandar Greece (pada ketika itu) dicemari dengan lentingan-lentingan berunsurkan kata-kata kesat. Mereka melakukan vendalisme dan mengancam kesejahteraan orang awam. Bukankah orang-orang England terdiri daripada mereka yang Gentlemen? Akhirnya kerana kenegaraan (ataupun patriotisme) mereka sanggup mengetepikan adab mereka sendiri.



Lihat juga peristiwa di Malaysia. Tahukah anda tentang PATI? Ya, Akronim bagi Pendatang Asing Tanpa Izin. Mereka ialah warganegara asing yang datang secara tidak sah ke dalam negara ini. Tidak kira datang untuk tujuan apa. Namun ,kebanyakannya datang untuk mencari sekelumit rezeki (ada ke imbuhan kata ni?) di negara kita ini (walau bagaiamana carapun; buruh, pembantu rumah, pelacur dll)

Tapi apakah layanan kita terhadap mereka (Dalam kes ni, saya orang Malaysia)?

Lihatlah bagaimana mereka ini di-dua-taraf-kan. Saya teringat lagi masa-masa kecil-kecil dulu, sewaktu saya di Gombak. Orang lebih rela berkelakuan bodoh daripada dipanggil Endon (ops), which means warga Indonesia la. Mereka menganggapnya seumpama bahasa kesat pula seiring dengan ****, ******, (hfjsnk#d3n# qw901e ;).<-- perkataan-perkataan ini disembunyikan dari pengetahuan anda semua bagi memelihara kesucian hati dan perasaan anda semua.

Sehingga sekarang, warga Indonesia tidak habis-habis dicerca dan dihina, malah bagi kerajaan kita ini buat tidak tahu jika mereka diperlakukan sebagai haiwan.

Pengalaman saya ketika mengambil orang gaji saya di Imigresen sangat mendukacitakan. Warga-warga asing yang SAH ini diletakkan (lebih tepat dimampatkan) di ruang letak kereta KLIA tanpa makanan dan tandas yang sesuai. Mereka umpama kambing-kambing dikurung dalam kandang dengan askar-askar bersenjata mengelilingi mereka. Selang 30 minit, akan ada orang-orang Bangla, Endon, dan Pakistan yang diterking dan dimaki hanya kerana bertanya tentang majikan yang belum datang ataupun ahli keluarga yang masih belum mendapatan mereka, betapa zalimnya manusia. Bukankah mereka juga manusia, manusia yang kelaparan, tiada makanan, tiada tempat tinggal malah tiada panduan di tempat asing.

Ini apa yang saya dapat lihat di depan mata, bukan lagi di belakang saya. Malah, ia berlaku di pejabat Imegresen KLIA. Tempat yang terjaga.

Persoalannya,

Tahukah kita bahawa setiap muslim itu bersaudara?

Tahukah kita bahawa umat islam kini lebih mementingkan negara dan perut mereka berbanding merisaukan permasalahan ummat yang rosak binasa.

Umat islam kini lebih senang dengan kafir-kafir zimmi di negara sendiri berbanding saudara seislam mereka yang datang ke negara ini...

Kita rasa benci sangat (sampai nak bunuh) orang-orang islam yang menceroboh negara kita dan musuh yang kita sibuk jaga kat negara sendiri ni tak habis-habis gelak sakan dan sibuk mencari kekuasaan hingga pada suatu hari nanti, kita pula boleh diPATIkan mereka.

Dan sedarkah kita?

Saat jatuhnya Zaman Khilafah pada tanggal 1 Mac 1924, pada masa itu lah, negara kita dinegarakan secara rasminya...

Selamat Bergembira... Selamat berEUFA

Sokonglah Belanda...

Sokonglah Portugal...

Sokonglah England... (walaupun tak layak ke EUFA)

Padahal kita pernah dijajah oleh mereka semua...

Padan muka kita,

Dibuli dan terus dibuli


Jadi,

Apa yang mampu kita lakukan?

[Blog Archieve]

[Ahlan Bina]